Dugaan Prostitusi Anak di Bawah Umur, Polres Blitar dalami pengakuan pelaku

Blitar - Satreskrim Polres Blitar masih melakukan penyelidikan mengenai dugaan kasus prostitusi yang melibatkan anak dibawah umur. Dua orang diperiksa intensif oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar Kota terkait dugaan prostitusi anak di bawah umur.
Mereka diantaranya AS (50) dan perempuan di bawah umur berinisial AG (15). Keduanya digerebek saat sedang berhubungan intim di dalam kamar sebuah hotel di Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar, Kamis (16/1).
Saat digerebek polisi menemukan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan adanya praktek prostitusi. Bukti tersebut berupa uang yang diberikan AS kepada AG sebagai jasa imbalan telah melakukan hubungan intim. Saat ini keduanya masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Blitar.
“Kami terus mendalami apakah ini benar merupakan kegiatan prostitusi. Yang jelas mereka bukan pasangan sah dan si perempuan merupakan anak di bawah umur,” ungkap Kapolres Blitar AKBP Budi Hermanto, Jumat (17/1).
Pelaku AS diketahui sudah beberapa kali berhubungan badan dengan AG. Sesudah melakukan hubungan badan biasanya AS selalu memberikan imbalan uang kepada AG. Selain meminta keterangan intensif terhadap AS dan AG polisi juga mengembangkan kasus ini untuk mencari apakah ada pihak ketiga yang berperan sebagai mucikari.
“Si laki–laki ini sudah beberapa kali berhubungan dengan si perempuan dengan memberikan imbalan. Kita lihat ada barang bukti uang tunai. Itu atas dasar memberikan imbalan atas pelayanan yang diberikan,” ungkap AKBP Budi.